Asuransi Jiwa Term Life dan Whole Life, Kenali Perbedaannya

Asuransi Jiwa Term Life dan Whole Life, Kenali Perbedaannya

Membicarakan tentang masa depan, siapa sih yang tak ingin kehidupan masa depannya terjamin? Setiap orang tentunya mendambakan kehidupan yang terjamin, hingga tak heran persiapan yang dilakukan pun sudah dari sekarang.

Salah satu persiapan menyambut masa depan yang cerah adalah dengan membeli polis asuransi jiwa. Asuransi jiwa sendiri adalah sebuah perjanjian antara kamu sebagai pemegang polis atau pihak tertanggung dengan perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung, dimana perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang apabila ada risiko kematian pada pihak pemegang polis asuransi jiwa.

Kamu sebagai pihak tertanggung harus membayarkan sejumlah uang premi yang nantinya bermanfaat untuk memberikan penggantian dari risiko kematian Tertanggung.

Sederhananya, asuransi jiwa yaitu jenis asuransi yang tujuannya untuk menanggung orang pada kerugian finansial yang tak terduga yang terjadi lantaran pihak tertanggung meninggal dunia.

Jenis asuransi jiwa sendiri ada beberapa, diantaranya adalah asuransi jiwa berjangka atau Term Life dan asuransi jiwa seumur hidup atau Whole Life. Dari namanya pastinya kamu sudah tahu kalau keduanya punya perbedaan mendasar pada periode kontraknya.

Tapi tak hanya itu, kedua jenis asuransi jiwa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia ini juga punya beberapa perbedaan lain. Apa sajakah perbedaan tersebut dan mana yang paling cocok buat kamu? Yuk kenali perbedaan asuransi jiwa Term Life dan Whole Life di bawah ini.

Kenali Asuransi Jiwa Term Life dan Whole Life

Sebelum masuk pada perbedaan kedua jenis asuransi ini, terlebih dahulu kamu harus tahu pengertian dari kedua asuransi ini. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Asuransi Jiwa Term Life

Asuransi jiwa Term Life atau berjangka merupakan jenis asuransi jiwa yang fungsinya sebagai proteksi pada pihak tertanggung dengan periode waktu tertentu saja. Asuransi jiwa ini umumnya menawarkan kontrak selama 5, 10, ataupun 20 tahun dengan premi tetap setiap bulan dan terhitung cukup murah.

2. Asuransi Jiwa Whole Life

Asuransi jiwa Whole Life atau seumur hidup merupakan asuransi untuk memberikan perlindungan seumur hidup. Walau pun biasanya perusahaan asuransi tetap memberikan batasan perlindungan selama 100 tahun.

Dari penjelasan singkat di atas, setidaknya kamu sudah bisa mengetahui perbedaan dasar dari keduanya.

Perbedaan Asuransi Term Life dan Whole Life

Nah berikut ini adalah penjelasan lengkap untuk perbedaan antara asuransi jiwa Term Life dan Whole Life.

1. Dari Kontraknya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perbedaan dasar dari kedua jenis asuransi jiwa ini ada pada masa kontraknya. Asuransi jiwa term life hanya menawarkan kontrak 5-20 tahun saja, sementara untuk asuransi jiwa whole life menawarkan kontrak seumur hidup atau dengan batasan 100 tahun.

Dari perbedaan waktu kontrak tersebut, nantinya akan berpengaruh pada premi yang wajib dibayar maupun manfaat yang bisa kamu dapatkan tentunya.

2. Jumlah Premi yang Harus Dibayar

Untuk jumlah premi yang harus kamu bayarkan dari kedua jenis asuransi jiwa ini pun berbeda jauh. Satu kelebihan dari asuransi jiwa Term Life, dimana kamu bisa memilih jumlah premi sesuai dengan kebutuhan atau kesanggupan, sehingga sebagai pihak pemegang polis bisa lebih leluasa.

Sementara pada asuransi seumur hidup, kamu tak bisa leluasa memilih jumlah premi yang harus dibayarkan. Jumlah premi yang harus kamu bayarkan pun bisa lebih besar dibandingkan asuransi jiwa Term Life. Bahkan ada beberapa yang bisa mencapai 2 kali lipat.

3. Nilai Tunai

Salah satu kelebihan dari asuransi seumur hidup adalah premi yang sudah kamu bayarkan tak akan hangus apabila tak ada klaim di waktu sebelumnya. Dengan begitu, dana kamu akan selalu aman baik ketika ada klaim maupun tidak.

Berbeda dengan asuransi jiwa Term Life atau berjangka. Dimana premi kamu akan hangus jika tak ada klaim sampai batas kontrak yang ditentukan. Semisal kamu membeli polis asuransi jiwa berjangka selama 10 tahun, dan selama waktu kontrak tersebut kamu tak mengalami masalah kesehatan ataupun meninggal, maka premi yang sudah kamu bayar selama ini hangus begitu saja.

4. Premi yang Diterima

Perbedaan premi yang harus kamu bayarkan setiap bulannya tentu sangat berdampak pada Uang Pertanggunagan (UP) yang akan kamu terima ke depannya. Dari asuransi jiwa Term Life, kamu bisa mendapatkan uang pertanggungan dengan nominal lebih besar, terlebih lagi kamu bahkan bisa memilih uang pertanggungan hingga miliaran rupiah.

Sedangkan untuk asuransi jiwa seumur hidup, premi tunai yang bisa kamu dapatkan lebih rendah. Mengapa demikian?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yang pertama yaitu berdasarkan premi tagihan yang kamu bayarkan.

Kemudian dari jangka waktu yang diberikan. Di Indonesia sendiri harapan hidup masyarakatnya rata-rata sekitar 65-70 tahun, sehingga kemungkinan besar pihak tertanggung bisa mendapatkan Uang Pertanggungannya secara utuh. Kemungkinan ini menjadikan pihak penanggung harus memberikan UP yang seimbang (sesuai preminya) dan tak bisa sebesar UP untuk asuransi jiwa Term Life.

5. Ketentuan Pembayaran Angsuran Premi

Satu hal yang menarik dari asuransi Whole Life, dimana pihak tertanggung yang mengalami kendala ekonomi dan tak dapat membayar angsuran premi, maka bisa menggunakan nilai tunai dari premi yang telah dibayarkan. Jadi nilai tunai ini akan digunakan untuk melunasi atau membayar premi selanjutnya.

Namun tidak dengan asuransi Term Life, dimana pihak tertanggung tak dapat melakukan hal ini dan tetap harus membayar angsuran premi sesuai dengan ketentuan atau perjanjian awal. Kemungkinan buruknya, UP yang seharusnya kamu dapatkan bisa hangus begitu saja jika terjadi tunggakan dalam jumlah besar (polis lapse).

Itu dia perbedaan dari kedua jenis asuransi jiwa di atas.

Setiap jenis asuransi jiwa tentunya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Seperti asuransi jiwa Term Life yang unggul pada nominal UP yang akan kamu dapat begitu besar (dengan premi yang lebih murah), dan asuransi jiwa Whole Life yang unggul karena tak ada premi hangus selama pihak tertanggung belum mencapai usia 100 tahun lebih dan tak ada klaim sebelumnya.

Jadi semuanya tergantung lagi pada kebutuhan keinginan kamu terhadap perlindungan masa depan yang diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Konten dilindungi. Hubungi admin untuk mendapatkan ijin secara tertulis.